Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2015

10 Penyakit Ini Akan Muncul Ketika Kamu Sering Begadang

Foto: seseorang sedang bagadang
Tidur yang kurang mempengaruhi kesehatan tubuh Anda. Tidur yang larut malam, tetapi ingin bangun pagi-pagi adalah hal tidak baik bagi kesehatan tubuh. Karena tubuh Anda butuh waktu istirahat sekitar 7-8 jam per harinya.

Di era modern ini, begadang adalah hal yang sering dilakukan oleh banyak orang, mungkin juga Anda. Anda berjaga tidak tidur sampai larut malam untuk beberapa alasan. Alasan tersebut biasanya karena pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan, menonton film, berkumpul bersama teman-teman atau bahkan sekedar untuk main game.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa begadang mempunyai efek negatif. Ada berbagai penyakit yang akan timbul akibat begadang.

1. Lemas atau kurang semangat
Terlalu sering begadang dan kurang istirahat menyebabkan energi tubuh akan terkuras. Akibatnya Anda akan merasa lemas dan kurang semangat di siang harinya.

2. Masuk Angin
Akibat dari begadang juga dapat menyebabkan masuk angin. Tubuh yang seharusnya sudah istirahat tetapi, masih dipaksa untuk tetap aktif serta ditambah lagi biasanya saat begadang orang akan mengkonsumsi cemilan dan minum kopi. Inilah yang membuat perut kembung dan masuk angin.

3. Sakit Kepala
Sering merasa tak nyaman pada bagian kepala saat bangun terlalu siang dan tidur malam? Ini adalah salah satu akibat dari kurang tidur karena banyak begadang. Sedikit demi sedikit bagian dari sel otak akan mengalami masalah karena Anda tidak cukup istirahat.

4. Insomnia
Seringnya Anda melek di malam hari dan masih harus beraktivitas di siang harinya, maka akibatnya tubuh akan terbiasa dengan keadaan ini. Ketika Anda mencoba untuk tidur pada jadwal tidur yang sebenarnya, Anda akan mengalami susah tidur. Hal inilah yang menyebabkan begadang dapat menimbulkan insomnia jangka panjang.

5. Pikun
Begadang akan membuat pikun usia muda. Ketika tidur otak akan mengingat informasi yang diperoleh dalam sehari. Karena saat tidur otak akan menggabungkan memori eksplisit dan implisit. Jika terlalu sering begadang, maka fungsi otak yang satu ini akan tidak berjalan sehingga menyebabkan kepikunan.

6. Kurang konsentrasi
Saat anda begadang pada malam hari biasanya Anda akan merasa kantuk pada siang harinya. Rasa kantuk ini karena Anda kurang tidur. Akibanya rasa kantuk ini dapat menyebabkan menurunnya tingkat konsentrasi saat anda beraktivitas.

7. Depresi
Kebiasaan begadang tiap malam tak dapat dianggap remeh. Tidur kurang dari 5 jam perhari selama 7 hari dapat menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Bahkan dapat pula menimbulkan gejala depresi.

8. Penyakit jantung
Studi mendapati kurang tidur menyebabkan berbagai masalah kesehatan.  Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa serangan jantung lebih sering terjadi pada pekerja malam.

9. Diabetes dan obesitas
Penelitian telah menunjukkan bahwa pekerja yang tidur selalu sedikit pada waktu yang salah mungkin menderita diabetes tipe dua dan obesitas.

10. Stroke
Tuntutan pekerjaan dan keluarga nyaris tidak berhenti dari sebelum fajar hingga tengah malam. Kalau Anda tidak mahir mengatur waktu tidur, akibatnya bisa memicu penyakit stroke.

Itulah beberapa penyakit yang akan timbul jika Anda sering begadang.  Jika Anda sekarang masih begadang, sebaiknya Anda mengubah pola tidur agar tubuh Anda istirahat dengan teratur dan cukup. Namun, jika begadang adalah sebuah kewajiban dan tidak bisa dihindari, maka sebaiknya barengi dengan kebiasaan lain yang sehat; seperti mengatur pola makan penuh nutrisi dan dan rajin berolahraga.

Selasa, 30 Juni 2015

Remaja, Masa Rawan HIV

Ilustrasi: HIV/AIDS

HIV/AIDS adalah masalah kesehatan serius seluruh negara di dunia termasuk Indonesia selama 20 tahun terakhir. Human Immunodeficiency Virus (HIV)  sendiri adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh kita untuk melawan segala penyakit yang datang. Pada saat kekebalan tubuh kita mulai lemah, maka timbullah masalah kesehatan. Gejala yang umumnya timbul antara lain demam, batuk, atau diare yang terus-menerus. Kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Penyakit yang dilaporkan pertama kali pada tahun 1981 ini bersifat pandemik dan berbahaya. Pada tahun 2006 UNAIDS memperkirakan 65 juta orang teridap dan 25 juta orang mengalami kematian akibat HIV/AIDS. Selanjutnya, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2009 telah terjadi peningkatan sangat cepat terhadap kasus ini, terdapat 38 juta orang meninggal akibat AIDS, sebanyak 60 juta jiwa terinfeksi HIV baru dan sebanyak 50,3 juta jiwa sebagai orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal yang sama terjadi di Indonesia, kasus ini meningkat begitu tajam sejak awal penemuannya tahun 1987 di Bali. Menurut data Departemen Kesehatan secara kumulatif sampai Maret 2011 terdapat 24.482 kasus HIV/AIDS di Indonesia.

Satu hal yang sangat mengkhawatirkan adalah kasus HIV/AID terbanyak pada kelompok umur 20-29 tahun (47,2%) dimana pada kelompok tersebut sebagian masuk remaja (15-24 tahun). Berdasarkan survei BKKBN menyebutkan bahwa karakteristik umur potensial yang rawan tertular HIV/AIDS terbanyak adalah kelompok remaja yaitu 31% yang terdiri dari 7% berumur di bawah 20 tahun dan 24% berumur antara 20-24 tahun. Dengan data tersebut menunjukkan bahwa remaja adalah populasi yang paling beresiko terkena HIV/AIDS.

Hal tersebut tak terlepas dari sifat dari remaja sendiri. Remaja adalah masa yang paling labil secara emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Sehingga dalam memilih teman atau lingkungan sebaiknya hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang nantinya dapat menyebabkan HIV/AIDS.

Selain itu, remaja adalah tahapan dimana manusia sedang mengalami masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Dengan rasa keingintahuan yang tinggi maka remaja selalu ingin mengetahui atau mencoba hal-hal baru. Jika tidak diarahkan dengan baik maka rasa tersebut dapat menyebabkan perilaku menyimpang yang dapat menyebabkan tertularnya HIV/AIDS. Dengan demikian, sebaiknya perasaan tersebut diarahkan dengan baik agar menjadi insan yang cerdas dan berkepribadian.